Sabtu, 30 Oktober 2010

JAS MERAH Banyumas (final)

Kota SATRIA Purwokerto, kata itu yang melintas dipikiranku. Dua tahun lebih aku duduk di bangku sekolah tingkat menengah atas, selama itu pula aku tinggal di kota ini, merantau demi sebuah cita-cita. Sebagai orang asli Banjarnegara, aku merasa tetap harus tahu sejarah, tempat-tempat wisata, dan budaya kota Keripik ini, yang memang belum aku pahami betul. Pernah aku ke Museum BRI, salah satu Museum yang ada di Kabupaten Banyumas, di sana kuperoleh wawasan-wawasan baru yang memperluas cakrawalaku, namun terselip perasaan sedih dan kecewa, karena hanya sepi yang aku temukan di sana.

Sebelum aku pergi meninggalkan Purwokerto, untuk kuliah dan mengejar masa depan, aku ingin melakukan suatu hal kecil yang bermakna untuk Purwokerto dan Kabupaten Banyumas. Dan yang saat ini ada di pikiranku adalah: 'aku ingin meramaikan Museum BRI.'

Sebuah riset kecilpun aku lakukan kepada teman-temanku di SMA N 2 Purwokerto. Dan dari hasil riset, ternyata sebagian besar dari mereka lupa atau bahkan tidak tahu sejarah Banyumas dan baru 1 kali pergi ke museum BRI (itupun karena kegiatan dari SD/SMP dulu).

Akhirnya aku mencoba mencari ide untuk mengingatkan dan membekali seluruh masyarakat akan sejarah daerah dan apa saja yang kita miliki, seperti museum BRI. Lalu tercetuslah ide untuk membuat event lomba dan expo kebudayaan dengan kerja sama dengan museum-museum di Banyumas dan Diknas Banyumas, dengan ketentuan lomba:
  • Nama lomba: JAS MERAH Banyumas (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah Banyumas)
  • Materi lomba: Sejarah daerah Banyumas, apa saja yang ada di Banyumas, dan pengetahuan museum-museum yang ada di Banyumas.
  • Peserta: Seluruh siswa dari seluruh SMA/sederajat di kabupaten Banyumas.
  • Tempat: Di seluruh SMA/sederajat di kabupaten Banyumas.
  • Sistem lomba:
  1. Semua siswa dari seluruh sekolah mengerjakan soal lomba yang disediakan (seperti UN)
  2. Jawaban dari setiap siswa di nilai, dan nilai-nilai para siswa tersebut lalu dijumlahkan.
  3. Jumlah nilai seluruh siswa di rata2 untuk menjadi nilai akhir sekolah tersebut.
  • Pemenang: Sekolah yang mendapat nilai tertinggi & 10 siswa yang mendapat nilai tertinggi
  • Hadiah: Jas warna merah yang bertuliskan "JAS MERAH Banyumas" dan piala untuk sekolah pemenang. Dan beasiswa beserta piagam untuk 10 orang siswa pemenang.
  • Pengumuman lomba: di umumkan di Museum BRI pada saat acara Expo Kebudayaan.

    Dan untuk expo kebudayaan: tiap SMA/sederajat di Banyumas mengirimkan wakilnya 5 orang untuk membuat satu stand yang berisi tentang Banyumas (boleh sejarah, kebudayaan, atau all about Banyumas). Expo diadakan di halaman Museum BRI, satu minggu setelah Lomba.

Sabtu, 23 Oktober 2010

JAS MERAH Banyumas (edisi revisi)

Pada minggu pagi di pertengahan Oktober kemarin, aku jalan-jalan bersama Cahyo, Frezky dan Nuha, teman-temanku, untuk refreshing dan menghilangkan penat setelah 1 minggu lebih menempuh UTS (Ulangan Tengah Semester). Sambil menikmati indahnya kota Purwokerto, sudut-sudut kota yang diterangi dengan cahaya merah kecoklatan dari lampu penerangan kota, aku teringat bahwa mungkin sebentar lagi aku akan meninggalkan kota SATRIA ini, untuk kuliah dan mengejar masa depan. Aku pun berfikir, sudah 2 tahun lebih hidup di Purwokerto, tapi aku masih belum paham betul tentang kota Mendoan ini, baik sejarahnya, tempat-tempat wisata, budaya dll. Sebagai orang yang merantau (hha, karena aku orang asli Banjarnegara, aku ngekos di kota ini untuk sekolah di SMA Negeri 2 Purwokerto), aku merasa tetap harus tahu sejarah dan budaya kota tempat aku mendapat banyak ilmu ini. Pernah aku ke Museum BRI, salah satu Museum yang ada di Kabupaten Banyumas, di sana banyak benda-benda yang bagus, tapi entah mengapa yang tak diragukan pula di sana sepi pengunjung.

Selasa, 19 Oktober 2010

JAS MERAH Banyumas

Minggu pagi aku lagi jalan2 bareng Cahyo, Frezky n Nuha.. aku jalan2 sambil ngeliat purwokerto trus keinget bntar lagi mungkin aku bakal ninggalin purwokerto, untuk kuliah, mengejar masa depan.. setelah q pikir2, 2 tahun lebih di purwokerto ini aku merasa belum paham betul tentang kota satria ini, dan belum melakuakan apa2 yang berarti pada kota yang telah memberi bnyak hal padaku ini. entah itu, sejarah, budaya dan lain2. sejujurnya banyak yang dimiliki purwokerto, contohnya museum BRI dan museum Wayang. pernah aku ke museum BRI, tentu disana banyak benda2 yang bagus, tapi sudah tak diragukan pula di sana sepi pengunjung.